Kamis, 29 September 2016

[Fiksi Horor dan Misteri] TERHINA!


#FiksiHorordanMisteri



“Keterlaluan!” sembur perempuan cantik dalam kebaya warna gading itu. “Yang sungguh-sungguh dong, kalau kerja!”


Segerombolan pria-wanita dalam kostum pocong, Setan, Mak Lampir, dan entah apa lagi duduk ketakutan di sudut ruangan. Polesan make-up tebal tak dapat menutupi pucatnya wajah mereka.

“Wajah Mak Lampir kok coreng-moreng begitu! Walaupun sepuh, Mak Lampir itu cantik! Ini lagi! Pocong model apa yang berdarah-darah begini? Ingat ya, sebelum dikafani, jenazah dimandikan dulu! Jadi bersih, tidak ada darahnya! Itu yang di pojok, yang pakai kostum Setan! Kamu sudah ngaca apa belum? Setan itu ganteng, tau! Kalau tidak ganteng, mana bisa menggoda manusia?”

“Kalau tidak berdandan begini, tidak ada pengunjung yang mau berfoto bersama kami. Tidak ada yang mengajak berfoto berarti tidak ada uang,” seseorang menyahut dengan suara gemetar.

“Aku tak peduli cara kalian mencari uang. Tapi sebelum bikin kostum, cari tahu dulu dong, bagaimana penampilan tokoh akan yang kalian tampilkan. Ini semua ngarang! Semua asal seram!”

Tak ada yang berani menyahut.

“Hormatilah mereka yang sudah wafat mendahului kalian,” suara perempuan itu melembut. “Jangan seperti ini. Ini namanya menghina.”

“Sudahlah Nyai, ayo kita pulang.” Seorang lelaki tampan bermata biru berambut pirang yang sedari tadi bersandar di dinding mendekat, lalu menggamit lengannya. “Kau membuat mereka ketakutan.”

Perempuan itu tersenyum manis padanya, lalu wajahnya kembali serius ketika menoleh pada kerumunan itu. “Dan ingat, kalau ada yang ingin memerankan aku, harus cantik! Ingat, CANTIK!”

Sambil melotot mengancam mereka, perempuan itu bergayut manja di lengan lelakinya, lalu sepasang kekasih itu lenyap dalam  kabut beraroma bunga sedap malam.



Tulisan ini diikutsertakan dalam Event Fiksi Horor dan Misteri Grup Fiksiana Community. 








5 komentar:

  1. Kalo wewe gombel, kudu gmn dong?? Hihihihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. pake seragam nanny, kali...

      hihihihihihi... #ketawaserem

      terima kasih mampirnya, nduk...

      Hapus
  2. Balasan
    1. iyesss...

      kalo perlu, perawatan juga dong... :D

      terima kasih mampirnya yaaa...

      Hapus
  3. Segerombolan pria-wanita dalam kostum pocong, Setan, Mak Lampir, dan entah apa lagi duduk ketakutan di sudut ruangan. Polesan make-up tebal tak dapat menutupi pucatnya wajah mereka.

    https://www.bolavita.ltd/bonus-big-match-20/

    BalasHapus