Matahari masih bersinar, namun tubuhnya tersamar sempurna dalam
bayang-bayang hutan jati. Rumah yang dicintai dan mencintainya. Rumah yang kini
menguarkan aroma gelisah yang membungkus rapat tubuhnya hingga ia sulit
bernapas.
Hugo melolong
ketika cakar tajam Kobalt menancap di moncongnya. Dikibas-kibaskannya kepalanya
agar cengkeraman Kobalt terlepas. Kobalt berusaha bertahan, paling tidak sampai
Master Fufu bisa melepaskan diri.
Kobalt terpana.
Halaman itu riuh-rendah dengan suara Anjing dan Kucing yang berusaha saling menjatuhkan.
Ia tak yakin harus berbuat apa. Ia berusaha menemukan Figaro di tengah kepulan
debu, namun kucing besar itu tak nampak di mana-mana.