Sabtu, 02 Januari 2016

HANTU DI PERTANIAN DUNKIRK bagian 1



Pertanian Ted Dunkirk angker. Kata orang, kalau malam ada sosok hitam berjubah yang berkeliaran di tanah pertanian itu. Ada yang melihat sosok itu membawa sabit besar yang berkilat-kilat tertimpa cahaya bulan. Ada lagi yang bilang, sosok itu suka berdiri di tengah ladang. Jubahnya berkibar-kibar diterpa angin, seperti orang-orangan sawah.


Ted Dunkirk yang malang selalu membantah kabar adanya hantu di tanah pertaniannya. Namun orang-orang di Wilmingshire sebisa mungkin menghindari tanah pertanian itu, terutama pada malam hari. Itu sebabnya tidak ada orang yang mau bekerja pada Ted, sehingga tanah pertanian itu terbengkalai. Tanpa bantuan pekerja, Ted hanya sanggup mengolah sebagian kecil tanahnya, bersama istrinya dan Bobby, keponakannya, yang selalu datang untuk membantunya setiap libur sekolah.

Saat itu tahun 1884. Musim panas hampir berakhir. Bobby duduk terangguk-angguk di atas kereta kuda. Bibi Evie menyuruhnya berbelanja. Musim panas ini langit sangat cerah, sehingga ia bisa melihat sampai jauh sekali. Dipandangnya tanah pertanian pamannya yang membentang hingga ke tepi sungai. Beberapa petak ditanami tanaman jagung yang melambai-lambai ditiup angin. Selebihnya dipenuhi ilalang. Sayang sekali tanah seluas ini tidak diolah dengan baik, kata Bobby dalam hati.

Bobby sendiri tidak takut hantu. Ia tahu, yang berkeliaran di tanah pertanian pamannya bukan hantu. Dari jendela kamarnya di lantai atas, beberapa kali Bobby melihat sosok hitam berjalan ke arah ladang di tengah malam. Bobby pernah mencoba memergokinya, namun gagal. Sosok hitam itu menghilang dengan cepat, secepat munculnya.

Bobby juga punya buktinya. Sisa tembakau yang sering ditemukannya di dekat lumbung, misalnya. Paman Ted tidak merokok, jadi pasti ada orang lain yang suka merokok di situ. Ada jejak kaki misterius yang dilihatnya setelah hujan turun semalaman. Bobby yakin itu bukan jejak kaki Paman Ted, karena ukurannya lebih besar. Lalu secarik kain yang ditemukannya tersangkut di paku. Belum lagi kayu bakar yang secara misterius tersedia dekat dapur setiap kali Bibi Evie mengeluh kekurangan kayu. Gudang peralatan yang secara ajaib bisa rapi dengan sendirinya setelah diacak-acak oleh Bobby. Rumput segar yang tertumpuk dekat kandang setiap pagi.

Bobby yakin, tidak ada hantu yang bisa melakukan itu semua. Jadi pasti ini pekerjaan manusia.

“Hati-hati Nak, kau hampir menggilasku!” Sebuah seruan marah menyadarkan Bobby dari lamunannya. Hampir saja ia menabrak orang. Buru-buru dikendalikannya tali kekang kuda. Rupanya ia telah sampai di kota. Orang-orang berseliweran di sepanjang jalan utama yang ramai. Kereta kuda yang berseliweran menyebabkan debu mengepul.
           
Daftar belanjaan Bibi Evie panjang sekali, dan Bobby bernapas lega ketika semuanya telah terbeli.

Well, well, lihat siapa yang datang ke kota.” Sebuah bayangan menjatuhi tumpukan barang yang sedang dimasukkan Bobby ke dalam kereta. Dari suaranya saja Bobby sudah tahu. Jeb Moore, preman yang sering mengganggu orang-orang yang lalu-lalang. Bobby dan Jeb sudah saling membenci sejak pertama kali bertemu.

“Bobby Dunkirk. Sedang belanja, eh? Banyak duit, rupanya,” tanya Jeb sambil mendekatkan wajahnya ke arah Bobby. Bobby membuang muka. Aduh, mulut Jeb bau sekali!

Tanpa menunggu jawaban Bobby, Jeb dengan kurang ajar mulai membukai kantong-kantong belanjaan Bobby dan mengintip isinya. “Pamanmu sehat? Belum dicekik hantu?” tanya Jeb lagi.

Bobby merenggut paksa kantong-kantong yang sedang dipegang Jeb. Jeb terkejut sejenak, lalu mendesis berbahaya, “Wah, wah, tikus kecil mulai berani melawan ya…” Tangannya  terangkat, siap memukul Bobby.




12 komentar:

  1. Genre yang lain daripada yang lain... LANJOOOTTT...

    *gelar tenda, siapin cemilan, nyeduh kopi*

    BalasHapus
    Balasan
    1. ihihihihih...
      ikutan nyempil di tenda aaaahhhh... sambil ngeteh...

      tengkyu jeng...
      peyuuuuukkk...

      Hapus
  2. Ada yg promo cerbung baru disini bu. Ikut"an kemping aq ya wakwakwakwak
    Ini bikin penisirin jugak lhoh !
    Oiya baby yg unyil namanya Danzel bu :)))
    Ini pumpung anak" lg sama papanya aq jadi mojok bentar nglalap cerbungnya bu Dani :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo ayo mbak...
      kita kemping bertiga lis.
      tu orang bikin cemilannya jago, lho...

      hehehehehehe...
      terima kasih mampirnya, yaaa...

      Hapus
  3. Berhubung tenda dah penuh kayaknya... Terpaksa gelar tenda sendiri nunggu lanjutan. Tapi minta tehnya boleh kan Mbak... Hihi...
    Lanjut wis...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo gabung aja di sini, mbak...
      tendanya tenda tentara yg guedeeeeee itu kok... :D :D :D

      monggo teh dan cemilannya...
      matur nuwun sudah bergabung...

      Hapus
  4. Weeh ketinggalan ttd presensi!

    Putar memori ke jaman ikut baca saat booming lima sekawan, sapta siaga dll jaman SMA/awal2 kuliah. Jebul aku wis tuwa ya :-(

    Ah lanjut bae mba Dani

    BalasHapus
    Balasan
    1. lhaaaaa...

      itu semua favoritku, mbak tiwi.
      makanya aku nyoba nulis dengan genre ini.

      matur nuwun dah singgah...

      Hapus
  5. Seperti biasa kl bersambung begini sy bookmark dl mba Dani. Tp awalannya asik. :)
    (al)

    BalasHapus
  6. nice post mbak. salam dari kupang untuk semuanya

    BalasHapus